Pages

Banner 468 x 60px

 

Monday, April 30, 2012

300 Polisi Kediri Siap Amankan Dua Gelombang Demo Hari Buruh

0 comments
Sebanyak 300 personil gabungan Polres Kediri Kota disiagakan untuk menyambut kedatangan dua gelombang massa yang akan berunjuk rasa pada peringatan hari buruh sedunia, Selasa (01/05/2012) besok.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, pengerahan pasukan keamanan akan ditempatkan di beberapa ruas jalan protokol Kota Kediri dan kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kediri di Jalan Airlangga, Kota Kediri.

"Berdasarkan ijin yang kita terima, dua kekuatan massa yang berunjukrasa besok adalah serikat buruh dari pabrik rokok PT. Gudang Garam dengan giat konvoi keliling Kota Kediri serta buruh pabrik dari wilayah Kabupaten Kediri di kantor dinsosnaker," ujar AKBP Ratno Kuncoro, Senin (30/04/2012).

Kapolres menambahkan, pihaknya sengaja tidak menerjunkan kekuatan penuh, karena massa pengunjuk rassa tidak begitu banyak jumlahnya, berjumlah kurang lebih puluhan orang.

Kapolres menjamin stabilitas keamanan wilayah Kota Kediri relatif kondusif saat peringatan hari buruh 1 Mei besok. Menurutnya, situasi Kota Kediri lebih aman dibandingkan daerah perkotaan lainnya, yang mobilitasnya teramat tinggi dan banyak pabrik.

Terus kapolres, empat hari menjelang peringatan hari buruh, kepolisian Polres Kediri Kota menerima surat ijin unjuk rassa sebanyak dua. Maksud sasaran berbeda.

Terpisah, Ketua Serikat Buruh Gema Nusantara (SBGN) Imam Mustofa mengatakan, pada Minggu (29/04/2012) kemarin pihaknya sudah memulai peringatan hari buruh. Puluhan anggota SBGN menggelar konvoi keliling Kota Kediri.

Sumber : beritajatim
Read more...

Saturday, April 28, 2012

Alhamdulillah..Ratusan Ponpes di Kediri Dapat Bantuan Modal Usaha

0 comments
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberikan dana kepada ratusan pondok pesantren (ponpes) yang ada di wilayah Kabupaten Kediri. Bantuan tersebut hanya diperuntukkan pemberdayaan ekonomi, bukan untuk pembangunan fisik ponpes.

"Ada seratusan pondok pesantren yang kita beri bantuan modal usaha mulai dari, Kecamatan Papar, Grogol, Mojo dan lain masih banyak lagi," ujar Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Jumat (27/04/2012). Kebijakan untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan yang mengundang nilai ekonomi, sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Banyak ponpes yang memperoleh bantuan dana, sebagai modal usaha seperti peternakan, perdagangan dan lainnya.

"Seperti di Desa Gambyok, Grogol mereka minta kereta dorong. Ternyata santrinya membuat gerobak bakso, kemudian membuat rujak manis. Tetapi yang menjual orang sekitarnya. Kita beri bantuan sesuai dengan permintaan mereka. Misalnya minta Rp 5 juta untuk gerobak empat. Tetapi ada yang sampai Rp 50 juta," imbuh Haryanti.

Tahun 2011 lalu, Pemkab Kediri sudah menghimbau kepada seluruh ponpes yang ada di Kabupaten Kediri untuk meminta dana bantuan dana untuk kegiatan produktif melalui pengajuan proposal. Pemkab Kediri melalui bagian Kesra dibantu oleh Kopindag dan PKK kemudian melakukan survei. Besarnya dana bantuan tergantung dari potensi yang dimiliki.

"Dari proposal itu kemudian disurvei satu per satu. Jadi riilnya berapa, kalau minta banyak, tetapi potensinya sedikit, maka kita kurangi. Tetapi jika mintanya sedikit, tetapi potensinya lebih, maka kita tambah, supaya bermanfaat. Seperti dana pedesaan terpencil, mislanya, masyarakat membutuhkan dana untuk membuat jembatan pendek memakan biaya Rp 50 juta. Kemudian dengan tenaga kerja dari masyarakat, kita beri Rp 40 juta. Akhirnya menjadi jembatan yang bisa dimanfaatkan untuk membawa hasil produksinya," pungkasnya

Sumber : berita jatim
Read more...

Thursday, April 26, 2012

Ratusan Bidan di Kediri Belum Ikuti Jampersal

0 comments
Ratusan bidan di Kota Kediri, Jawa Timur, belum mengikuti Program Jaminan Persalinan (Jampersal), karena hanya ada 23 dari 325 bidan yang bersedia mengikuti.

"Kami membuat MoU dengan bidan. Kami juga sudah naikkan klaim Jampersal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Ida Indriyani di Kediri, Rabu (25/4/2012).

Pihaknya mengakui belum semua bidan menandatangani MoU untuk program Jampersal tersebut, namun dengan adanya kenaikan tunjangan dipastikan seluruh bidan akan mengikuti program Jampersal. "Kami secara bertahap mengajak bidan untuk kerja sama dengan program itu. Apalagi dengan datanya tambahan klaim, maka kami pastikan semua bidan bisa mengikutinya," katanya mengungkapkan.

Jumlah bidan di Kota Kediri memang cukup banyak, mencapai 325 orang. Dari jumlah itu, baru 23 bidan yang bersedia melaksanakan program tersebut. Untuk klaim Jampersal tersebut, pemerintah pusat memang telah menganggarkan klaim sampai Rp500 ribu kepada ibu-ibu yang hamil. Dana itu mulai hamil sampai bersalin.

Untuk tunjangan kepada para bidan, pemkot bahkan memberikan dana tambahan dengan besaran sampai Rp150 ribu untuk setiap kali persalinan. Dana ini diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri 2012.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Kediri Darmaningtyas masih belum bisa dikonfirmasi melalui handphone tentang banyaknya bidan yang belum mengikuti Jampersal tersebut. Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan rencana tambahan tunjangan itu memang sudah dibicarakan dengan tim Banggar sebelumnya.

Ia menyebutkan, selama ini bidan belum banyak yang mengikuti program itu dengan alasan klaim minim. Normalnya, biaya persalinan mencapai Rp 700 ribu, namun pemerintah pusat hanya memberikan klaim Rp350 ribu per persalinan. Dengan adanya masalah itu, pihaknya menyetujui rencana pemkot untuk menambah klaim Jampersal tersebut, yakni setiap ada persalinan klaim yang bisa diajukan sampai R650 ribu.

Sumber : tribunnews
Read more...

Thursday, April 19, 2012

Warung "SOR JATI"

0 comments
Desa Sugihwaras Ngancar memiliki potensi untuk dijadikan sebagai desa wisata. Untuk itulah Bupati Kediri mengajak warga Desa Sugihwaras berbenah diri.

Upaya penggalian potensi sebagai Desa Wisata terus diinventarisasi dan ditata. Salah satu potensi yang sudah ada dan mulai dikembangkan adalah wisata kuliner lesehan "SOR JATI".

Lesehan ini berlokasi di Rest Area Jati Lestari tepatnya di bawah pohon besar dengan area parkir yang cukup luas dan tersedia berbagai menu makanan dan minuman ala desa yang cukup unik, diantaranya Nasi Jagung Goreng, Nasi Jagung Merah Putih, Kopi Tubruk, Kopi Kuwalat, dan lain-lain.

Lesehan "SOR JATI" tersedia 12 kios yang siap melayani pengunjung wisata Gunung Kelud mulai pagi hingga malam.

Sumber : wartapedia
Read more...

Monday, April 16, 2012

Jelang UN, Pelajar Kediri Ditangkap Edarkan Narkoba

0 comments
Tak semua siswa ternyata serius menghadapi Ujian Nasional yang akan digelar, Senin (16/4) besok. Seorang pelajar di Kediri, Jawa Timur, justru harus berurusan dengan polisi karena nekat mengedarkan narkoba bersama dua temannya.

Tersangka DS pun terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional. Kendati demikian, Humas Polres Kediri Ajun Komisaris Polisi Surono mengatakan, pihaknya masih berusaha mengajukan izin ke Dinas Pendidikan dan sekolah terkait masalah ini. Namun, ia mengingatkan ketiga pelajar itu tetap terancam hukuman 10 tahun penjara karena melanggar undang-undang terkait zat terlarang.

Sementara itu, ratusan pelajar SMUN 1 Watamponte, Bone, Sulawesi Selatan, melakukan zikir dan doa bersama menjelang Ujian Nasional. Satu per satu pelajar tak mampu menahan air mata. Mereka menangis dalam acara istiqosah yang digelar di aula sekolah.

Diakhir doa bersama, para siswa pun meminta restu kepada seluruh guru dengan memberi salam sambil berderai air mata. Mereka berharap bisa mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.

Sumber : liputan 6
Read more...

Friday, April 13, 2012

Senjata Polisi di Kediri Diperiksa

0 comments
Pascainsiden penembakan yang dilakukan seorang anggota polisi terhadap seorang warga di Magetan, Jawa Timur, membuat jajaran Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur melakukan langkah antisipasi.

Agar tidak terulang peristiwa penembakan polisi kepada warga, serentak seluruh senjata api yang dipegang aparat kepolisian dilakukan pengecekan, Jumat (13/4/2012) sore.

Pengecekan dilakukan di halaman Markas Komando (Mako) II, Jalan KDP Slamet, Kediri dan ditujukan kepada 195 anggota dari berbagai satuan yang selama ini membawa senjata api jenis pistol dalam tugasnya.

"Kita tidak ingin kejadian Magetan terulang lagi, karena itu mahal harganya," kata Ajun Komisaris Besar Ratno Kuncoro, Kepala Polres Kediri Kota.

Pemeriksaan tersebut, menurut Ratno, tidak hanya dilakukan terhadap kondisi senjata, namun juga psikologis anggota.

"Pemeriksaan urin juga akan kita lakukan untuk memastikan anggota kita bersih," imbuh Ratno.

Sebelumnya, insiden penembakan dilakukan oleh Briptu Andika Surya, anggota Polsek Bendo, Magetan, terhadap M. Fauzi, seorang warga.

Akibat tembakan itu, korban tewas dengan luka akibat peluru yang menembus kepalanya.

Sumber :kompas.com
Read more...

Thursday, April 12, 2012

Monumen SLG, Tempat Nongkrong Anak Kediri

0 comments
Wahyu Kurniawan, salah seorang pencinta reptil, acap menikmati sore di Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Hampir setiap sore dia dan pemilik reptil lainnya beradu kehebatan binatang masing-masing di halaman monumen yang meniru arsitektur Arc De Triomphe di Prancis itu.

Tak hanya Wahyu yang menjadikan SLG sebagai titik temu anak nongkrong Kediri. Tapi juga puluhan pelancong lainnya yang berbondong-bondong ke kawasan di Kecamatan Ngasem, Kediri, itu. (lihat: Yuk, Menyusuri Arc de Triomphe Ala Kediri!)

Apalagi di hari libur atau akhir pekan, pengunjung semakin membludak. Jika biasanya datang dengan hanya mengajak anggota keluarga, pada Ahad, 8 April 2012 lalu, mereka beramai-ramai dengan tetangga menggunakan kereta kelinci. Jumlah kereta kelinci yang berebut tempat parkir di SLG siang tadi bahkan lebih dari 10.

Selain menikmati kemegahan monumen SLG, para turis menyukai penjelajahan jalur-jalur besar yang mengular di sekitar SLG. Kawasan tersebut memang dikhususkan untuk pengembangan SLG dengan konsep jalanan tanpa kabel. Seluruh jaringan kabel ditanam di bawah tanah, sehingga tak mengganggu pemandangan.

Peningkatan pengunjung ini dimanfaatkan para pemilik mainan dan makanan tradisional untuk mengais rezeki. Dengan harga yang sangat terjangkau, pengunjung bisa menikmati hiburan rakyat seperti memancing, mandi bola, odong-odong, dan permainan lain yang tak lagi dijumpai di mal.

Bagi penyuka jalan-jalan, ada kereta kuda yang mematok tarif Rp 10 ribu per rute. Dengan jalur mengelilingi kawasan SLG, situasi ini hampir sama dengan Malioboro Yogya. Hanya, tak ada pertokoan di kanan kiri selain pemandangan alam dan kemegahan SLG.

Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri, Edi Purwanto, mengatakan jumlah kunjungan di hari libur Paskah ini meningkat tajam. Jika biasanya tak lebih dari 100 orang menikmati lokasi ini, sejak dua hari terakhir meningkat hingga 500 orang. "Rata-rata anak sekolah yang memanfaatkan wifi serta hobi di sini," kata dia.

Sumber : tempo.co.id
Read more...