Pages

Banner 468 x 60px

 

Thursday, May 31, 2012

Siswa SD Kediri Juara Kompetisi Robot Internasional

0 comments
Tim Robot Rahmat dari Sekolah Dasar (SD) Plus Rahmat Kediri, Jawa Timur, berhasil menjuarai kompetisi robot pada ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22-27 Mei lalu. Guru pembimbing tim robot sekolah tersebut, Bambang Dwi Setiawan, mengatakan, dari sembilan kategori yang dipertandingkan, tim sekolahnya mengikuti kompetisi pada lima kategori dan menang pada tiga kategori.

Dikatakannya, tim berhasil meraih gelar juara pada kompetisi Robot Run, Indoor Aero Robot, dan Robot Transporter. "Kami akan mengikuti kompetisi selanjutnya. Saat ini, kami juga sedang siapkan," kata pengajar ilmu komputer itu.

Salah satu anggota tim robot, Damarjati Bagus Satrio, mengaku sempat grogi melihat kecanggihan alat yang digunakan para pesaing. "Alat mereka lebih canggih. Mereka juga berpengalaman, sedangkan kami masih baru. Kami sempat grogi," kata dia.

Tim Robot SD Plus Rahmat, Kediri, melakukan persiapan selama tiga bulan sebelum mengikuti kompetisi robot internasional, termasuk belajar ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.

Sumber : republika
Read more...

Tuesday, May 29, 2012

Nasib Kampus Univ Brawijaya Kediri Terkatung

0 comments
Rencana pembangunan kampus Unversitas Brawijaya (Unibraw) di Kota Kediri, hingga kini masih terkatung-katung. Belum diketahui kapan kampus tersebut akan dibangun, meski nota kesepahaman sudah ditandatangani Walikota Kediri Samsul Ashar dan Rektor Unibraw Malang, Prof. Yogi Sugito pada Desember 2010 lalu. Bahkan lahan yang disediakan seluas 23 hektare di Kelurahan Mrican sudah disetujui DPRD.

Berdasarkan pertemuan terakhir antara Pemkot Kediri dan Unibraw, kata Asisten Sekkota Kediri, Budi Siwantoro, memang belum ditentukan kapan waktunya yang pasti. Alasannya, tambah Budi, Unibraw masih menunggu proses izin dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), ujarnya Senin (28/5).

Ditambahkannya, saat ini proses izin dari Dirjen Dikti belum turun. Selama izin belum turun, Unibraw belum bisa berbuat banyak, terkait rencana pembangunan kampus dan mengawali pembebasan lahan di wilayah Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. “Jika izin Dirjen Dikti keluar, Pemkot Kediri dan Unibraw langsung tancap gas membangun kampus,” kata Budi.

Meski nota kesepahaman pendirian kampus ditandatangani dua tahun lalu, Pemkot Kediri juga belum menunjuk tim independen untuk menaksir harga lahan Mrican seluas 23 hektar yang rencananya untuk pembangunan kampus. Dalam perjanjian, Unibraw diminta untuk membeli lahan seluas 23 hektar senilai Rp 11 miliar.

Sekadar diketahui, pada 2012 ini DPRD telah membahas persetujuan rencana pendirian Kampus Unibraw cabang Kota Kediri. Anggota panitai khusus (Pansus) memberi sinyal menyetujui, meski hingga kini belum diparipurnakan.

Beberapa waktu lalu Ketua DPRD Kota Kediri, Wara S Renny Pramana, melalui Pansus telah menyetujui dan membolehkan pendirian kampus Unibraw di Kelurahan Mrican. Namun masalah teknis selanjutnya, semuanya diserahkan ke Pemkot Kediri. Sementara perkuliahan tahap pertama, sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan menempati salah satu ruangan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri.

Sumber : surabayapost
Read more...

Saturday, May 26, 2012

Suporter AC Milan di Kediri Selamatkan Seragam Sekolah

0 comments
Serombongan remaja berpakaian merah khas kostum klub sepak bola Italia, AC Milan, Sabtu, 26 Mei 2012, berbaur bersama siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Kediri saat pengumuman hasil ujian nasional.

Para suporter kesebelasan AC Milan itu ikut berbaris di halaman sekolah seperti layaknya upacara bendera, yang dipimpin sang kepala sekolah, Halimi Mahfudz.

Para suporter yang menamakan diri Milanisti Indonesia Sezione Kediri (MISK), klub penggemar AC Milan yang berada di Kediri, itu menggandeng siswa SMA 7 dalam gerakan penyelamatan pakaian seragam sekolah dari aksi corat-coret. "Seragam mereka kami minta," kata pengurus MISK, Danang Sumirat.

Bersama komunitasnya, Danang merasa prihatin terhadap aksi corat-coret pakaian seragam sekolah yang dilakukan siswa setiap kelulusan. Padahal pakaian seragam itu masih bisa dipergunakan oleh adik kelas mereka.

Karena itu, sebelum menjadi sasaran corat-coret, komunitas MISK menyelamatkan pakaian seragam dari para siswa. Rencananya, pakaian seragam itu akan disumbangkan kepada calon siswa SMA 7 dan yang membutuhkannya.

Gilang Prasetio, salah seorang siswa, mengaku tak keberatan pakaian seragam sekolahnya diminta. Gilang justru senang pakaian seragam itu bisa bermanfaat untuk pelajar lain karena masih sangat bagus dan layak digunakan. "Kalau kuliah kan pakai baju bebas," ujarnya.

Kepala SMA 7 Halimi Mahfudz menyatakan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan. Halimi juga senang karena aksi ini bisa mencegah corat-coret yang kerap berlanjut di jalanan. "Ini ide menarik," ucapnya memuji.

Sumber : tempo
Read more...

Thursday, May 24, 2012

10 Siswa SD Rahmat-Kediri Wakili Indonesia

0 comments
Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kediri menjadi duta Indonesia di ajang olimpiade robot internasional di Kualalumpur, Malaysia. Para siswa yang berjumlah 10 anak akan bersaing dengan siswa tingkat sekolah dasar dari 20 Negera se-Asia

Para siswa itu terpilih bersama siswa SD lainnya dari dari Surabaya dan Ponorogo. Mereka telah berhasil masuk babak semi final di ajang kompetisi robot di kampus Institut Teknologi Surabaya (ITS)

Kepala SD Rahmat Kota Kediri, Dyah azias Tuti mengatakan, kesepuluh siswanya terbagi menjadi lima tim akan mengikuit empat kategori lomba robot. Mereka akan bersaing dengan para siswa tingkat sekolah dasar dari 20 Negara se-Asia

Sementara Wakil Walikota Kediri, Abdullah Abubakar memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan siswa SD Rahmat menembus kompetisi internsional. Menurut orang nomor dua di Kota Tahu itu, Pemkot Kediri harus memberikan perhatian khusus kepada para siswa berprestasi, dan berencana mengucurkan dana untuk kegiatan ekstra kurikuler di setiap lembaga sekolah Negeri maupun swasta. "Kami berharap, prestasi siswa SD Rahmat diajang Intenasional, bisa memacu lembaga sekolah lain terutama sekolah Negeri untuk terus meningkatkan prestasi para siswanya di segala bidang," tutur Abdulah Abu Bakar, Rabu (23/05/2012)

Sesuai rencana olimpiade robot internasional yang diikuti sebanyak 10 siswa SD Rahmat Kota Kediri berlangsung, sejak hari hingga 28 Mei nanti. Selama di Kuala Lumpur 10 siswa akan di dampingi kepala sekolah dan seorang guru pembimbing.

Sumber : berita jatim
Read more...

Tuesday, May 22, 2012

Pin PMR Aspero Wates

0 comments


Kami ucapkan terimakasih kepada PMR Aspero Wates yang telah memesan Pin untuk kegiatan PMR di sekolahnya. semoga cocok serta dapat terus bekerjasama
Read more...

Monday, May 21, 2012

SMAN 8 Kediri Juarai Piala Coca Cola 2012 Regional III

0 comments
Sidoarjo - Kesebelasan SMA 8 Kediri memenangi kejuaraan sepak bola antar SMA Piala Coca Cola 2012 wilayah Jatim. Regional III ini diikuti enam kota yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember dan Kediri. Pertandingan digelar di lapangan Gelora Delta Sidoarjo Minggu (20/5/2012).

Dalam pertandingan 2 X 25 menit itu, SMA 8 Kediri berhasil menekuk kesebelasan SMKN Pungging Mojokerto dengan skor 3-1. Dua wakil sekolah terkuat wilayah Surabaya, yang berangkat ke final nasional di Jakarta mewakili regional III itu akan bertarung melawan regional I wilayah Jabodetabek dan regional II wilayah Jateng yang sudah lolos duluan dan regional IV wilayah Medan yang menyusul di final nasional 30 Juni mendatang.

Kepada kedua tim, Andrew Hallatu Media Relation Manager Coca Cola, Rachmawati Sutarto, Senior Brand Manager Sparkling Coca-Cola Indonesia dan Lia Susetio Sr Manager, Integrated Marketing Content dan Connection Coca Cola mengucapkan, selamat kepada semua tim yang bertanding di babak play off. Mereka telah menunjukan semangat dan rasa kebersamaan yang tinggi dan tentunya hal ini seiring dengan semangat dari Piala Coca-Cola. "Selamat kepada perwakilan Surabaya yang akan berangkat ke final nasional di Jakarta," ucap Andrew.

Dia mengemukakan, Piala Coca Cola merupakan ajang kompetisi sepakbola antar SMA yang dirancang sebagai sarana untuk menyalurkan bakat dan gairah sepakbola di kalangan pelajar Indonesia. "Ini untuk mencari bibit pesepakbola muda Indonesia. Jangan patah semangat dalam bermimpi menjadi pemain bola yang hebat," lanjutnya dengan menyebut itu salah satu semboyan Egi Melgiansyah yang juga salah satu bibitan dari Piala Coca Cola.

Piala Coca-Cola difokuskan pada kegiatan kompetisi untuk pelajar di tingkat SLTA. “Kami memahami pentingnya peran pelatihan dan kompetisi dalam membentuk talenta sepakbola profesional. Kami harap bahwa komitmen kami untuk menyelenggarakan kompetisi yang berkesinambungan akan membantu memfasilitasi pembibitan pemain muda profesional Indonesia," pungkas Andrew dengan menambahkan akan memberikan juara I tingkat regional uang pembinaan senilai Rp 10 juta dan juara II sebesar Rp 5 juta dan juara III pembinaannya Rp 3 juta.

Sumber : berita jatim
Read more...

Thursday, May 17, 2012

Pemkab Kediri siapkan lahan untuk relokasi PKL

0 comments
Pemerintah Kabupaten Kediri Jawa Timur menyiapkan lahan untuk keperluan relokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Pasar Pamenang Kecamatan Pare.

"Pasar tradisional juga harus ditata rapi dan disesuaikan dengan fungsinya untuk ruang publik," kata Pelaksana Tugas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Kediri Edhi Purwanto di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan, relokasi untuk berjualan para PKL itu sudah disiapkan oleh pemkab. Pemerintah menyiapkan lahan dengan luas sampai 5 hektare di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, untuk mengakomodasi seluruh pedagang.

Dengan adanya lahan yang disipakan untuk relokasi tersebut diharapkan para pedagang tidak lagi berjualan di jalan. Selain rawan kecelakaan dan macet, karena jalan merupakan ruang publik, keindahan kota juga harus diperhatikan.

"Kami melakukan ini untuk keuntungan masyarakat juga. Mereka bisa menikmati," katanya.

Ia mengatakan, para pedagang, terutama PKL banyak yang berjualan di tepi jalan. Saat ini yang sudah mulai dikoordinasikan untuk adanya relokasi adalah para pedagang pasar yang berjualan sayur di sekitar lokasi Pasar Pare.

Beberapa pedagang yang berjualan di luar pasar dan yang tidak teratur dipindah ke Jalan Tambora, Kecamatan Pare, masih dekat dengan lokasi Pasar Pare. Selain itu, Jalan Argopuro, Kecamatan Pare, juga digunakan untuk tempat berjualan.

Pihaknya memang tidak langsung melakukan relokasi tempat berjualan para pedagang tersebut, melainkan bertahap. Saat ini terus dikoordinasikan pada para pedagang yang belum pindah dari lokasi di luar pasar, agar segera pindah.

Selain berupaya untuk relokasi, pihaknya juga berusaha untuk memperbaiki fasilitas di pasar tradisional. Pemkab kata dia, berusaha untuk menempatkan pasar tradisional agar tidak kalah dengan pasar modern. Dengan itu, pereekonomian di masyarakat harus terus berputar.

Di wilayah kabupaten, kata dia, memang banyak berdiri pasar modern, dimana barang yang dijual hampir sama dengan barang yang dijual para pedagang di pasar.

"Kami proteksi pasar tradisional dan memang sudah melakukan pembatasan para pemilik modal yang mendirikan dengan pasar modern. Pada prinsipnya, Masyarakat pasti kami lindungi," kata Edhi.

Sementara itu, koordinator pedagang di Pasar Pamenang Pare, Wahyudiono mengatakan lokasi yang digunakan untuk berjualan tersebut kurang memadahi. Jumlah pedagang yang diketahui berjualan mencapai 314 pedagang, sementara yang bisa tertampung sampai saat ini masih 138 pedagang.

"Kami berharap, ada lokasi yang lebih baik lagi untuk berjualan para pedagang," kata Yudi mengungkapkan.

Sumber : antaranews
Read more...

Tuesday, May 15, 2012

DPRD Kota Kediri Koordinasi Dampak Pembatasan BBM

0 comments
DPRD Kota Kediri, Jawa Timur, Senin, memanggil tim pengendali inflasi pemkot setempat, berkoordinasi pengendalian harga kebutuhan bahan pokok menjelang pelaksanaan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Reza Darmawan, menjelaskan, koordinasi itu dimaksudkan untuk mempersiapkan banyak hal, terutama dalam berupaya mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok.

"Sebab hemat kami, pembatasan BBM bersubsidi oleh pemerintah nantinya akan tetap berpengaruh terhadap harga kebutuhan bahan pokok," katanya menjelaskan.

Rapat koordinasi dengan tim inflasi pemkot Kediri ini digelar di ruang komisi B. Hadir pula dalam acara itu dari instansi dinas terkait, seperti Bagian Perekonomian, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri.

Reza mengemukakan, saat ini saja sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di pasaran mulai merangkak naik. Apalagi, sambung dia, pemerintah nantinya benar-benar memberlakukan pembatasan subsidi BBM.

"Oleh karena itu kami minta tim inflasi pemkot Kediri benar-benar melakukan pemantauan dan pengawasan, serta pengendalian harga di pasaran," katanya menambahkan.

Harga kebutuhan bahan pokok yang kini mulai merangkak naik antara lain gula, beras dan minyak goreng.

Sumber : antarajatim
Read more...

Sunday, May 13, 2012

Lowongan Aries Motor

0 comments
Aries Motor Kediri
Jl. Dhoho 42 telp. 681590 Kediri
membutuhkan :
1. Marketing Eksekutif
- P/W min SMU, ulet, jujur, siap bekerja keras dan menerima tantangan, punya kendaraan & SIM C
2. Administrasi
- P/W, min SMU, ulet, jujur, bertanggung jawab, siap bekerja keras, bisa komputer Ms, Office
3. Koordinator Marketing
- P/W, min SMU, ulet jujur, bertanggung jawab, siap bekerja keras, pernah punya anak buah
4. Mekanik
- Min SMK (otomotif), ulet jujur, bertanggung jawab, siap bekerja keras, mengerti teknik dasar mesin
5. Kepala Bengkel
- Min SMU/SMK, ulet, jujur, bertanggung jawab, siap bekerja keras berpengalaman dibidangnya

lamaran ditujukan ke :
ARIES MOTOR Jl. Dhoho 42 Kediri
 
Sumber : radar kediri 12-5-2012
Read more...

Daftar Peserta PLPG 2012 - Tahap 2

0 comments
Dengan ini kami menyampaikan Daftar Nama Peserta PLPG Tahap II yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-26 Mei 2012 dan 22-31 Mei 2012
Kami mohon dengan hormat agar peserta yang sedang sakit berat/keras dan ibu-ibu hamil yang mendekati masa persalinan, tidak dipanggil untuk mengikuti PLPG.
Peserta yang karena sesuatu hal tidak dapat hadir memenuhi panggilan PLPG ini, harap menyampaikan surat ijin/pengunduran diri kepada Ketua PSG Rayon 143 UNP Kediri yang disertai bukti pendukung alasan ketidakhadirannya sebelum pelaksanaan PLPG.
Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama Saudara, diucapkan terima kasih.
 
Info selanjutnya lihat disini

Read more...

Thursday, May 10, 2012

Id Dosen Fakultas Teknik UNP Kediri

0 comments

Alhamdulillah pesanan Id Dosen dari Fakultas Teknik UNP Kediri sudah terselesaikan, semoga menjadi awak kerjasama yang berkelanjutan. Terima kasih.
Read more...

Sunday, May 6, 2012

Kediri anggarkan Rp127 juta untuk memberantas warga buta huruf

0 comments
Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan anggaran Rp127 juta untuk memberantas warga buta huruf yang ada di wilayah itu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Kediri Hariadi, Sabtu, menjelaskan ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk menekan angka buta huruf di kota itu.

"Kami akan bekerja sama dengan kelompok sosial masyarakat yang ada di kota ini guna memberantas keberadaan warga kota yang masih belum bisa membaca dan menulis alias buta huruf," katanya.

Pemerintah juga siap menambah anggaran dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2012 jika nantinya dana itu dianggap masih belum mencukupi.

Sebelumnya Komisi C DPRD Kota Kediri yang membidangi kesejahteraan dan pendidikan merilis, jumlah warga kota yang belum bisa membaca dan menulis sebanyak 5.658 orang.

"Jumlah warga yang belum bisa baca tulis ini merupakan bagian dari warga yang berusia 10 tahun yang jumlahnya mencapai 227.560 orang," kata anggota Komisi C Yudi Ayubchan.

Ia menjelaskan, data warga kota yang masih buta huruf itu berdasarkan laporan pertanggungjawaban Wali Kota Kediri yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.

"Untuk ukuran kota, jumlah warga buta huruf yang mencapai lima ribu lebih ini masih sangat tinggi," katanya menambahkan.

Ayub meminta agar pemerintah berkomitmen untuk memberantas angka buta huruf di wilayah Kota Kediri.

Ia juga mengemukakan, warga yang berusia lebih dari 10 tahun seharusnya bisa membaca dan menulis. Bahkan, saat ini saja, anak usia kurang dari lima tahun sudah pandai menulis.

Untuk itu, pihaknya memberikan rekomendasi agar ada program tegas dan jelas untuk mengentaskan buta huruf. Selain itu, harus ada data yang pasti berapa jumlah warga yang masih buta huruf.

Ayub juga meminta agar aparat di berbagai tingkatan, baik di tingkat kecamatan, maupun di kelurahan harus menyajikan data valid terkait keberadaan warganya yang masih buta huruf.

"Jangan ditutup-tutupi, karena ini kan demi perbaikan masa depan kota Kediri juga," katanya menambahkan.

Politisi dari Partai Demokrat ini lebih lanjut meminta, pemerintah mampu mengentaskan minimal 50 persen. Bahkan sampai 70 persen warga yang masih buta huruf itu. Target itu diharapkan bisa direalisasikan pada 2012.

Sumber : antara
Read more...

Friday, May 4, 2012

Madumongso, Kue Legit dari Kediri

0 comments
Jika ada perlombaan makanan bercita rasa manis, madumongso bisa jadi sebagai pemenangnya. Rasanya begitu legit seperti madu. Selain itu, makanan ini terbilang langka, hanya muncul di waktu-waktu penting seperti pesta pernikahan, lamaran, atau hajatan lain, serta lebaran.

"Itulah yang membuat makanan ini istimewa," kata Khotipah, pembuat madumongso di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kediri, Kamis 3 Mei 2012.

Berbahan dasar beras ketan yang difermentasi hingga menjadi tape, cita-rasa madumongso sangat unik, perpaduan antara rasa manis yang kuat dan sedikit asam.

Berkat kegigihan Khotipah dan warga lainnnya, Desa Jarak dikenal sebagai sentra pembuat madumongso. Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, madumongso buatan warga Desa Jarak telah menembus pasar luar kota seperti Surabaya, Malang dan Semarang. Saat ini terdapat belasan warga di Desa Jarak yang menekuni profesi pembuat madumongso.

Proses pembuatan madumongso cukup rumit dan membutuhkan keahlian khusus. Untuk menciptakan rasa manis dengan sedikit asam dibutuhkan waktu dua hari. Diawali dengan mencampurkan komposisi beras ketan hitam dan putih, bahan tersebut ditanak hingga menjadi nasi. Selanjutnya nasi ketan itu diproses dengan ragi tape melalui fermentasi selama dua hari. Jika sudah dianggap layak, bahan tersebut ditambahkan gula kelapa dan dimasak dalam tungku api selama 7 jam.

"Pembuatan madumongso melelahkan karena harus diaduk lama," kata Khotipah, yang memualai membuat madumongso sejak tahun l997 itu.

Setelah proses pembuatan adonan selesai, adonan yang berubah warna menjadi hitam pekat itu dibiarkan hingga sehari. Baru kemudian dipotong-potong untuk disesuaikan dengan kemasan. Biasanya madumongso ini dikemas menyerupai permen seukuran ibu jari.

Khotipah mengaku, keahliannnya membuat madumongso ia warisi dari orang tuanya. Dalam sehari, Khotipah mampu memproduksi 20 kilogram madumongso. Untuk mengerjakan bisnisnya ini, Khotipah memperkerjakan 12 orang karyawan. Dengan kapasitas produksi tersebut, omzet penjualan Khotipah bisa mencapai Rp 3 juta per hari.

Untuk menarik perhatian konsumen, Khotipah mengemas madumongso ke dalam berbagai ukuran. Satu kotak madumongso ukuran kecil dibanderol Rp 12 ribu, kemasan sedang Rp 20 ribu, dan kemasan besar dipatok Rp 30 ribu.

Ny Nurma Zahnia, salah satu ibu rumah tangga di Kediri mengaku sangat menggemari makanan ini. Sebagai warga pendatang, dia sangat menikmati sensasi penganan madumongso. "Setiap pekan saya mengirim madumongso ke saudara di Jakarta dan Bondowoso," katanya.

Ibu dua anak ini menyukai madumongso yang dikemas kecil dengan kertas minyak warna-warni. Selain tak mengenyangkan, jajanan ini bisa mengganti kebutuhan kalori karena rasanya yang sangat manis.

Boleh dikata, sejak puluhan tahun silam hingga sekarang, madumongso menjadi kue favorit bagi warga Kediri. Bagi keluarga tertentu, tiap ada hajatan atau hari besar keagaman semisal Hari Raya Idul Fitri, tidak lengkap rasanya bila tidak menghadirkan madumongso di meja tamu.

Sumber : tempo
Read more...